
Immovesting – strategi diversifikasi portofolio investasi properti menjadi kunci utama dalam membangun kekayaan melalui aset properti, terutama dalam kondisi pasar yang berubah-ubah.
Strategi diversifikasi portofolio investasi properti adalah pendekatan untuk menyebar risiko dengan mengalokasikan dana investasi ke berbagai jenis properti dan lokasi. Pendekatan ini bertujuan mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi pasar di satu segmen tertentu dan meningkatkan peluang keuntungan dari berbagai sumber.
Portofolio yang baik harus mencakup berbagai jenis properti seperti rumah tinggal, apartemen, ruko, hingga properti komersial. Masing-masing jenis memiliki karakteristik risiko dan potensi pengembalian yang berbeda. Misalnya, properti komersial cenderung menawarkan pendapatan sewa stabil, sementara rumah tinggal sering kali lebih likuid dan mudah dipasarkan.
Diversifikasi bukan hanya soal jenis properti, tetapi juga lokasi. Menyebar investasi ke berbagai wilayah atau kota dapat mengurangi risiko yang muncul akibat kondisi ekonomi atau kebijakan lokal. Misalnya, properti di kota besar biasanya punya nilai jual dan permintaan sewa yang tinggi dibandingkan di kota kecil, tetapi risikonya juga berbeda.
Baca Juga: Panduan Investasi Properti dari OJK
Strategi diversifikasi portofolio investasi properti membantu investor meminimalkan kerugian akibat penurunan nilai salah satu aset. Namun, tantangan utama adalah pengelolaan yang lebih kompleks dan kebutuhan modal yang lebih besar. Investor harus cermat dalam memilih properti yang sesuai dengan tujuan investasi dan kapasitas keuangan.
Keberhasilan strategi diversifikasi portofolio investasi properti terletak pada keseimbangan antara risiko dan pengembalian. Investor perlu rutin menilai dan menyesuaikan portofolio sesuai dengan perkembangan pasar dan kondisi ekonomi. Dengan pendekatan ini, portofolio dapat tumbuh secara stabil dan memberikan keuntungan jangka panjang.