Immovesting – Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perkembangan industri aset digital, khususnya kripto, di Indonesia. Pasar global Crypto Exchange yang terus bergerak naik membuat masyarakat Indonesia semakin tertarik untuk menaruh investasi di dalamnya. Data menunjukkan bahwa Bitcoin mengalami lonjakan harga lebih dari 21% dan Ethereum bahkan mencatat kenaikan hampir 29% sejak awal tahun. Lonjakan ini diperkuat dengan kehadiran produk keuangan baru seperti ETF Bitcoin, Ethereum, dan Solana, yang berhasil menarik minat investor institusional dalam jumlah besar.
ETF yang resmi diperdagangkan sejak 2024 kini mencatatkan dana kelolaan mencapai lebih dari US$53 miliar untuk Bitcoin, US$12 miliar untuk Ether, dan ratusan juta dolar untuk Solana. Fakta ini bukan hanya memperlihatkan daya tarik kripto di mata investor global, tetapi juga memberi dorongan psikologis positif bagi investor ritel di Indonesia yang semakin yakin dengan prospek jangka panjang aset digital.
Di antara banyaknya platform yang hadir, Pluang menempati posisi teratas sebagai aplikasi kripto favorit masyarakat Indonesia pada 2025. Dengan lebih dari 12 juta pengguna aktif, Pluang dikenal bukan hanya sebagai aplikasi untuk trading kripto, tetapi juga sebagai ekosistem investasi multi-aset yang terintegrasi. Regulasi yang jelas dari OJK dan izin resmi Bappebti membuat Pluang dipandang lebih aman oleh investor lokal.
Selain itu, Pluang menawarkan lebih dari 360 jenis aset digital dengan kemudahan transaksi mulai dari Rp10.000. Fitur-fitur canggih seperti leverage hingga 25 kali, advanced order, take profit, stop loss, hingga integrasi dengan TradingView menjadi nilai tambah tersendiri. Tidak berhenti di sana, Pluang juga menghadirkan Pluang Academy, sebuah sarana edukasi agar investor pemula bisa memahami dasar-dasar investasi aset digital secara lebih baik.
Baca Juga : Strategi Cegah Pinjol dan Atasi Jeratan Utang Konsumtif
Berikut adalah daftar lima aplikasi crypto exchange yang paling banyak digunakan di Indonesia sepanjang tahun 2025 beserta keunggulannya:
Simak Juga : Case Unik Berbentuk TV, Mido Multifort Chronograph Jadi Incaran Kolektor
Dengan banyaknya pilihan aplikasi yang tersedia, investor perlu berhati-hati dalam menentukan tempat bertransaksi. Faktor keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi harus menjadi prioritas utama. Aplikasi yang sudah teregulasi oleh OJK dan Bappebti tentu lebih aman, karena memberikan perlindungan tambahan bagi pengguna.
Selain itu, investor juga perlu mempertimbangkan biaya transaksi dari Crypto Exchange serta, kemudahan deposit, serta ketersediaan fitur sesuai kebutuhan. Bagi trader yang agresif, fitur futures dan leverage bisa menjadi daya tarik. Sementara itu, bagi investor jangka panjang, layanan staking dan pilihan aset yang luas akan lebih bermanfaat. Dengan memahami karakter masing-masing platform, investor bisa memilih aplikasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial mereka.
Pertumbuhan pesat ekosistem kripto di Indonesia menunjukkan bahwa aset digital semakin diterima masyarakat luas. Adanya dukungan regulasi, inovasi teknologi, dan edukasi yang terus dikembangkan oleh platform lokal maupun global, membuat pasar ini semakin matang. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait keamanan data, perlindungan investor, serta kepastian hukum bagi pemain internasional.
Jika ekosistem ini mampu menjaga keseimbangan antara inovasi dan regulasi, masa depan kripto di Indonesia akan semakin cerah. Investor ritel maupun institusional akan merasa lebih percaya diri untuk masuk, sementara pemerintah bisa memastikan pertumbuhan industri berjalan dengan aman dan berkelanjutan. Dengan demikian, 2025 bisa menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam menempatkan diri sebagai salah satu pasar kripto yang kuat di kawasan Asia.