Immovesting – Pendiri dan mantan CEO Celsius Network, Alex Mashinsky. Ia dijatuhi hukuman 12 tahun penjara setelah mengaku bersalah atas tuduhan penipuan sekuritas dan komoditas. Putusan tersebut dibacakan oleh Hakim Distrik AS, John Koeltl, di pengadilan Manhattan pada Kamis lalu. Hukuman terhadap Mashinsky menjadi salah satu yang terberat dalam kasus kriminal yang melibatkan kejatuhan pasar kripto pada tahun 2022.
Mashinsky, yang kini berusia 59 tahun, didakwa menipu nasabah terkait keamanan platform Celsius serta terlibat dalam manipulasi harga token Cel, yang merupakan token milik perusahaannya. Dalam proses peradilan, jaksa federal menyatakan bahwa Mashinsky secara sengaja mengarahkan nasabah untuk mempercayai platform Celsius, yang ternyata tidak aman. Selain itu, ia juga disebutkan menggelembungkan nilai token Cel untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang signifikan. Jaksa menuntut hukuman minimal 20 tahun penjara, mengingat banyaknya korban yang dirugikan dan kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran dolar. Di sisi lain, Mashinsky disebut telah mengantongi keuntungan pribadi lebih dari 48 juta dolar AS, atau sekitar Rp794 miliar.
Baca Juga : Prediksi Harga Bitcoin Dalam Pandangan Changpeng Zhao
Sebelum keputusan hukuman dijatuhkan, Mashinsky sempat mengajukan permohonan untuk mendapatkan hukuman lebih ringan. Ia meminta agar diberikan hukuman penjara selama satu tahun dan satu hari. Mashinsky juga mengungkapkan penyesalan mendalam dan menyatakan niatnya untuk memperbaiki keadaan demi keluarganya serta mantan nasabah yang terdampak. Namun, pengadilan tetap menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara, disertai dengan tiga tahun masa pembebasan bersyarat. Selain itu, pengadilan juga memerintahkan penyitaan aset senilai 48,4 juta dolar AS milik Mashinsky. Pihak pengacara Mashinsky belum memberikan komentar resmi mengenai keputusan tersebut.
Kasus ini berawal dari pendirian Celsius Network oleh Mashinsky pada tahun 2017, yang bertempat di Hoboken, New Jersey. Celsius Network dikenal sebagai platform pemberi pinjaman kripto yang menawarkan bunga tinggi kepada deposan, yang dapat mencapai 17 persen. Platform ini juga meminjamkan aset digital kepada investor institusional untuk memperoleh keuntungan dari selisih suku bunga. Namun, pada pertengahan tahun 2022, harga kripto mengalami penurunan drastis. Akibatnya, banyak nasabah yang menarik dana mereka dalam jumlah besar, menyebabkan Celsius mengalami defisit yang cukup besar hingga mencapai 1,19 miliar dolar AS. Akhirnya, perusahaan ini mengajukan kebangkrutan pada Juli 2022 melalui proses Bab 11.
Keputusan ini juga menunjukkan betapa seriusnya kasus yang melibatkan perusahaan kripto yang jatuh karena kesalahan manajemen dan penipuan. Celsius Network sebelumnya telah menjadi salah satu perusahaan yang cukup populer di kalangan pengguna aset digital, namun akhirnya mengalami keruntuhan besar setelah krisis di pasar kripto. Kasus ini tidak hanya merugikan para nasabah yang kehilangan dana mereka, tetapi juga memberikan dampak yang besar terhadap reputasi dan kepercayaan terhadap pasar kripto secara keseluruhan.
Selain menghadapi hukuman pidana, Mashinsky juga harus menghadapi gugatan perdata dari beberapa lembaga besar, seperti Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), Komisi Perdagangan Federal (FTC), serta Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James. Gugatan ini memperparah posisi Mashinsky, yang sudah terjerat dalam berbagai masalah hukum akibat tindakannya di perusahaan yang didirikannya.
Peristiwa ini menjadi salah satu pengingat bagi investor dan pengguna kripto untuk lebih berhati-hati dalam memilih platform dan layanan yang menawarkan investasi digital. Pasar kripto memang memiliki potensi keuntungan yang besar, namun juga mengandung risiko yang tidak sedikit. Setiap keputusan investasi harus diambil dengan pertimbangan matang dan pemahaman yang baik tentang kondisi pasar yang sedang berlangsung.
Simak Juga : Sergey Brin: Dari Garasi ke Puncak Kekayaan, Kisah Sukses Pendiri Google